URUTAN DAN MANASIK UMRAH
Apa Itu Umrah?
Umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan rangkaian ibadah: ihram, tawaf, sai, dan tahalul.
Perbedaan dengan haji:
Hukumnya: ulama berbeda pendapat antara wajib sekali seumur hidup (mazhab Syafi’i dan Hanbali) dan sunah muakkad (mazhab Hanafi dan Maliki). Ikuti bimbingan pembimbing ibadah masing-masing.
1. Alur Umrah dalam 5 Langkah
Hafalkan lima langkah ini saja. Sisanya adalah penjelasan.
2. Syarat, Rukun, dan Wajib
Syarat harus terpenuhi agar umrah sah dilaksanakan Islam, berakal, balig, merdeka, mampu (istitha’ah)
Rukun jika ditinggalkan, umrah tidak sah dan tidak bisa diganti dam
1. Ihram disertai niat
2. Tawaf
3. Sai
4. Tahalul
5. Tertib dikerjakan berurutan
Wajib jika ditinggalkan umrah tetap sah, tetapi wajib membayar dam 1. Ihram dari miqat 2. Menjauhi larangan ihram
Ingat bedanya: Rukun tidak bisa diganti apa pun, harus diulang. Wajib bisa ditebus dengan dam.
3. Miqat Titik Mulai Ihram
Miqat adalah batas tempat untuk memulai ihram. Melewatinya tanpa berihram mengakibatkan kewajiban dam.
Miqat menurut arah kedatangan
Untuk jemaah Indonesia
Skenario A ke Madinah dulu (gelombang I) Miqat di Bir Ali, saat akan berangkat menuju Makkah. Ini yang paling mudah karena ada masjid, tempat mandi, dan waktu yang cukup.
Skenario B langsung ke Jeddah/Makkah (gelombang II) Ihram dilakukan lebih awal karena garis miqat dilintasi di udara. Urutan praktisnya:
1. Mandi dan berpakaian ihram di rumah atau di bandara keberangkatan
2. Naik pesawat dalam keadaan sudah berpakaian ihram
3. Berniat saat pesawat melintasi garis miqat biasanya diumumkan awak kabin, sekitar 30–60 menit sebelum mendarat
4. Jika terlewat, sebagian pembimbing mengarahkan niat di Bandara King Abdulaziz Jeddah
⚠️ Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai Jeddah sebagai miqat. Ikuti arahan pembimbing ibadah rombongan Anda dan jangan berdebat di lapangan.
Miqat untuk umrah kedua dan seterusnya
Bagi yang sudah berada di Makkah dan ingin berumrah lagi, miqatnya adalah tanah halal terdekat: - Tan’im (Masjid Aisyah) paling umum, ± 7 km dari Masjidil Haram - Ji’ranah ± 22 km
Yang dilakukan di miqat
☐ Mandi sunah (jika tidak memungkinkan, cukup berwudu)
☐ Memakai wewangian di badan, sebelum berniat jangan di kain ihram
☐ Memakai pakaian ihram
☐ Salat sunah ihram 2 rakaat
☐ Berniat
☐ Mulai membaca talbiyah
4. Pakaian Ihram
Laki-laki Dua lembar kain putih tidak berjahit: - Izar dililitkan sebagai sarung menutupi pusar hingga bawah lutut - Rida’ diselempangkan menutupi bahu dan punggung
Kepala tidak ditutup. Sandal terbuka, tidak menutupi mata kaki dan tumit.
Tips: gunakan sabuk ihram bersaku untuk menyimpan paspor dan uang. Bawa kain cadangan kain bisa basah atau kotor.
Perempuan Pakaian muslimah biasa yang menutup aurat, longgar, dan tidak transparan. Wajah dan telapak tangan dibiarkan terbuka. Tidak ada warna khusus yang diwajibkan.
Tips: pilih bahan yang menyerap keringat, dan gunakan kaus kaki karena telapak kaki perempuan termasuk aurat menurut sebagian ulama.
5. Larangan Selama Ihram
Berlaku sejak niat sampai tahalul.
Berlaku untuk laki-laki dan perempuan
Khusus laki-laki
- Memakai pakaian berjahit yang membentuk badan (kaus, celana, kaus kaki, sarung tangan)
- Menutup kepala secara langsung (peci, topi, sorban)
- Memakai sepatu yang menutup mata kaki
Khusus perempuan
- Menutup wajah dengan cadar
- Memakai sarung tangan
Yang sering ditanyakan semua ini BOLEH
✅ Mandi dengan sabun tidak beraroma
✅ Memakai kacamata, jam tangan, cincin, ikat pinggang
✅ Membawa tas selempang dan payung
✅ Berteduh di bawah payung atau atap
✅ Mengganti dan mencuci kain ihram
✅ Menggaruk badan dengan lembut
✅ Menggunakan AC dan kipas
✅ Memakai plester luka dan obat oles tidak beraroma
Jika melanggar karena lupa, tidak tahu, atau terpaksa, tidak berdosa dan umumnya tidak dikenai dam. Segera hentikan dan tanyakan kepada pembimbing.
6. Dam Denda Pelanggaran
Dam adalah tebusan atas pelanggaran ketentuan ihram.
Cara membayar dam: Hewan disembelih di tanah haram dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin di sana Jangan menyembelih sendiri. Serahkan melalui pembimbing rombongan atau lembaga resmi, karena Harga hewan berubah setiap musim baiknya tanyakan kepada pembimbing.
Jika ragu apakah pelanggaran Anda mewajibkan dam, tanyakan sebelum pulang ke Indonesia, karena menyelesaikannya di tanah haram jauh lebih mudah.
7. Niat dan Talbiyah
Niat umrah diucapkan di miqat
Labbaika Allāhumma ’umratan Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berumrah.
Atau:
Nawaitul ’umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta’ālā Aku niat umrah dan berihram karenanya, karena Allah Ta’ala.
Bagi yang khawatir tidak dapat menyelesaikan karena sakit atau uzur, disunahkan menambahkan syarat:
Allāhumma mahillī haitsu habastanī Ya Allah, tempat tahalulku adalah di mana Engkau menahanku.
Talbiyah
Dibaca berulang sejak niat hingga tiba di Masjidil Haram. Laki-laki mengeraskan suara, perempuan secukupnya.
Labbaik Allāhumma labbaik Labbaika lā syarīka laka labbaik Innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk Lā syarīka lak
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
Waktu yang dianjurkan memperbanyak talbiyah: saat kendaraan mulai berjalan, saat menaiki dan menuruni jalan, setiap selesai salat, dan ketika bertemu rombongan lain.
8. Tiba di Masjidil Haram
Doa masuk masjid melangkah dengan kaki kanan
Allāhummaftah lī abwāba rahmatik Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
Saat pertama melihat Ka’bah
Ini waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Angkat tangan dan berdoalah dengan permohonan apa pun, dalam bahasa apa pun.
Doa yang diajarkan:
Allāhumma zid hāżal-baita tasyrīfan wa ta’żīman wa takrīman wa mahābah Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Baitullah ini.
9. Tawaf 7 Putaran Mengelilingi Ka’bah
Syarat sah tawaf
- Suci dari hadas besar dan kecil harus berwudu
- Menutup aurat
- Ka’bah berada di sebelah kiri
- Dimulai dan diakhiri di garis Hajar Aswad
- Genap 7 putaran
- Dilakukan di dalam Masjidil Haram
Sebelum mulai
- Pastikan wudu masih sah
- Laki-laki disunahkan idtiba’ membuka bahu kanan dengan menyelempangkan rida’ ke bawah ketiak kanan
- Berdiri sejajar garis Hajar Aswad, ditandai lampu hijau dan garis di lantai
Cara melakukannya
- Menghadap Hajar Aswad, angkat tangan kanan sambil mengucap: Bismillāhi Allāhu Akbar
- Jika memungkinkan cium Hajar Aswad; jika tidak, cukup memberi isyarat dari jauh lalu mencium telapak tangan
- Berjalan ke kanan dengan Ka’bah di sebelah kiri
- Setiap melewati Rukun Yamani, usap dengan tangan kanan bila memungkinkan tidak perlu mencium
- Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bacalah: Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil-ākhirati hasanah, wa qinā ’ażāban-nār (QS. Al-Baqarah: 201)
- Kembali ke garis Hajar Aswad = 1 putaran selesai
- Ulangi hingga 7 putaran
- Setelah selesai, tutup kembali bahu kanan
Setelah tawaf
- Salat sunah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika penuh, boleh di mana saja dalam masjid
- Rakaat 1: Al-Fatihah + Al-Kafirun
- Rakaat 2: Al-Fatihah + Al-Ikhlas
- Berdoa di Multazam area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah bila memungkinkan
- Minum air zamzam sambil berdoa: Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi’ā, wa rizqan wāsi’ā, wa syifā’an min kulli dā’
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.
Bacaan selama tawaf
Tidak ada bacaan wajib yang khusus. Perbanyak zikir, istigfar, salawat, dan doa dengan bahasa apa pun termasuk bahasa Indonesia. Jangan membebani diri dengan menghafal bacaan panjang.
⚠️ Keselamatan saat tawaf
- Jangan memaksakan diri mencium Hajar Aswad. Ini sunah, bukan rukun. Setiap tahun banyak jemaah cedera, kehilangan barang, dan terpisah rombongan di titik ini
- Jangan melawan arus. Jika ingin keluar, bergeser perlahan ke sisi luar lingkaran
- Boleh berhenti istirahat di tengah tawaf, lalu melanjutkan dari putaran terakhir
- Jika ragu jumlah putaran, ambil hitungan yang paling sedikit
- Gunakan penghitung atau minta pendamping menghitungkan
- Lantai atas dan lantai dasar sama sahnya. Lantai atas lebih jauh tetapi jauh lebih longgar
10. Sai 7 Perjalanan Safa ke Marwah
Cara melakukannya
- Keluar menuju Bukit Safa. Saat mendekat, bacalah: Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā’irillāh (QS. Al-Baqarah: 158)
- Naik ke Safa, menghadap Ka’bah, angkat tangan dan berdoa. Doa yang diajarkan: Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ’alā kulli syai’in qadīr
- Turun berjalan menuju Marwah terhitung perjalanan ke-1
- Dari Marwah kembali ke Safa terhitung perjalanan ke-2
- Lanjutkan hingga 7 perjalanan
- Berakhir di Marwah
Hitungan yang benar
⚠️ Safa ke Marwah dihitung 1, bukan setengah. Ini kesalahan yang paling sering terjadi. Jika dihitung sebagai setengah, jemaah akan berjalan 14 kali dan kelelahan tanpa perlu.
Catatan penting
- Sai tidak mensyaratkan suci dari hadas. Jika batal wudu di tengah sai, boleh dilanjutkan
- Di antara dua tanda lampu hijau, laki-laki disunahkan berlari kecil. Perempuan berjalan biasa
- Jalur kursi roda tersedia di jalur tengah dan lantai atas
- Boleh beristirahat, minum, dan duduk di tengah sai
- Sai harus dilakukan setelah tawaf, tidak boleh mendahului
11. Tahalul Penutup Umrah
Memotong rambut sebagai tanda selesainya ihram.
Laki-laki Halq mencukur habis seluruh kepala. Lebih utama dan lebih besar pahalanya - Taqsir memendekkan rambut, minimal beberapa helai dari seluruh bagian kepala
Perempuan Memotong ujung rambut sepanjang kira-kira satu ruas jari. Dilakukan sendiri, oleh sesama perempuan, atau oleh mahram. Tidak boleh dicukur habis.
Setelah tahalul:
✅ Seluruh larangan ihram gugur
✅ Boleh berganti pakaian biasa
✅ Boleh memakai wewangian
✅ Umrah Anda telah sempurna
Doa keluar masjid melangkah dengan kaki kiri
Allāhumma innī as’aluka min fadlik Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.
12. Situasi Khusus
Perempuan yang sedang haid atau nifas
- Tidak boleh tawaf, karena tawaf mensyaratkan suci
- Boleh berihram dan berniat dari miqat
- Boleh melakukan sai setelah tawaf, jadi harus menunggu suci untuk tawaf lebih dulu
- Boleh berzikir, berdoa, dan berada di Masjidil Haram menurut sebagian ulama, namun ikuti arahan pembimbing
- Tetap dalam keadaan ihram sampai dapat menyelesaikan tawaf
Jika masa tinggal tidak mencukupi, segera konsultasikan dengan pembimbing ibadah ada beberapa pendapat ulama mengenai jalan keluarnya. Jangan memutuskan sendiri.
Jemaah sakit atau memakai kursi roda
- Tawaf dan sai boleh dilakukan dengan kursi roda, sah hukumnya
- Boleh didorong orang lain, termasuk petugas berbayar
- Jika orang yang mendorong juga sedang berumrah, ia tetap mendapat tawafnya sendiri
- Salat boleh sambil duduk bila tidak mampu berdiri
Jemaah yang terpisah di tengah ibadah
- Jangan panik dan jangan berpindah-pindah tempat
- Menepi ke sisi luar, cari tempat duduk
- Keluarkan Kartu Informasi Jemaah
- Hubungi pendamping rombongan
- Jika tidak ada sinyal, tunjukkan kartu kepada petugas masjid
- Ingat: masjid punya banyak pintu bernomor catat nomor pintu masuk Anda
13. Adab di Tanah Suci
✅ Menjaga lisan dari keluhan dan pertengkaran
✅ Mendahulukan jemaah lansia dan perempuan
✅ Tidak mendorong dan menyerobot antrean
✅ Berpakaian rapi dan sopan
✅ Menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan
✅ Mengikuti arahan petugas Saudi tanpa membantah
✅ Tidak memotret orang lain tanpa izin
✅ Tidak berlama-lama di area padat saat orang lain menunggu
✅ Tidak berdebat soal perbedaan mazhab
14. Ziarah Madinah
Masjid Nabawi
Salat di dalamnya memiliki keutamaan besar. Perbanyak salat berjamaah selama berada di Madinah.
Adab masuk: melangkah dengan kaki kanan, membaca doa masuk masjid, lalu salat sunah tahiyatul masjid.
Raudhah
Area utama antara mimbar dan makam Rasulullah ﷺ.
⚠️ Wajib memesan jadwal melalui aplikasi Nusuk terlebih dahulu. Tanpa jadwal, Anda tidak akan diizinkan masuk.
- Jadwal laki-laki dan perempuan dipisah
- Kuota cepat penuh pesan jauh hari
- Satu orang umumnya hanya dapat satu kali dalam periode tertentu
- Bawa HP untuk menunjukkan barcode jadwal
- Waktu di dalam terbatas, gunakan untuk salat dan doa singkat
Adab saat berziarah ke makam: Ucapkan salam dengan suara wajar, tidak berteriak - Jangan mengusap atau mencium pagar makam - Jangan berdesakan atau mendorong - Jangan berlama-lama saat antrean panjang